25 C
Tangerang
Thursday, February 5, 2026

Bangunan Pasar Anyar Tampak Megah, Pedagang Nangis

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Tangerang (wowtangerang.com) – Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Gufron mengingatkan kembali janji Wali Kota saat proyek revitalisasi diumumkan: semua akses luar pasar akan steril, pedagang pembohong ditertibkan, dan pasar akan hidup. Namun hari ini, janji itu hanya terdengar di masa lalu.

Bangunan baru Pasar Anyar berdiri gagah di jantung Kota Tangerang. Dibangun dengan semangat tinggi, menjanjikan sebagai pusat belanja modern dan pasar wisata percontohan. Tapi jangan jadikan wisata belanja, untuk sekedar hidup pun mega-megap.

Dari luar, pasar ini tampak megah. Tapi masuk ke dalam, deretan kios kosong sambutan. Langkah pembeli bisa dihitung jari. Sementara di luar bangunan, di sepanjang Jalan Ceremai, pedagang pembohong berjejer rapi dagangannya laris, lapaknya aman.

Kami sebenarnya mendukung pengaturan. Tapi sekarang kami justru merasa sudah dimatikan. Kami para pedagang yang pindah ke pasar, seperti dikubur hidup-hidup,” kata Gufron, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar.

Waktu itu, lanjut Gufron, Pak Wali bilang, tidak boleh ada yang jualan di luar. Semua akan diratakan. Tapi kenyataannya? Sampai sekarang masih penuh di luar. Mana janjinya? Tidak. Omon-omon.

‎Kondisi ini tidak hanya dirasakan Gufron. Udin, pedagang sayur yang sejak awal memilih berjualan di dalam bangunan pasar, mengaku waswas.

Lama-lama pasar ini jadi kayak kota mati. Megah tapi kosong. Pembeli tidak masuk, kita yang di dalam kayak menunggu waktu,” katanya.

Sementaraitu, Hasan, pedagang lainnya, menyebut dirinya telah pindah dari luar ke dalam karena percaya pada komitmen pemerintah. Tapi keyakinan itu mulai runtuh.

Saya pindah karena percaya, katanya semua bakal pindah. Tapi sekarang malah yang di luar makin beta. Mereka kayak dapat jaminan keamanan, kita yang di dalam malah dibiarkan sepi,” ujarnya.

Hasanbahkan menyebut ada dugaan keberpihakan oknum. Dugaan ini menguat karena di lapangan terlihat beberapa mobil Satpol PP baik dari tingkat kota maupun kecamatan terparkir tenang di antara pedagang pembohong. Apalagi barang dagangan tampak mengelilingi mobil dinas itu. Diam dan nyaman.

Kalau memang aturan cuma sebatas tulisan, lalu buat apa ada janji-janji dari pemerintah? Buat baliho saja cukup, nggak usah bikin pasar semegah ini,” tukas Gufron. (*)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here